Ubah Mindset Keluarga Miskin, PKH Jepara Dapat Penghargaan Tingkat Nasional.
"Proses tidak akan mengkhianati hasil", pepatah tersebut tepat diberikan kepada Agung Sugiharto (31), warga Desa Bringin Rt 12 Rw 05, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara.
Berkat kerja kerasnya dalam mengubah mindset atau pola pikir Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH), Ia mendapat pengharhaan film pendek dari Kementerian Sosial Republik Indonesia beberapa waktu yang lalu. Dalam mendampigi KPM PKH, lanjut Agung, perlu melakukan pendekatan dari hati ke hati. Hal ini karena, banyak masyarakat yang beranggapan bahwa bantuan sosial yg diberikan pemerintah adalah gratis dan sayang kalau tidak diterima, meskipun penerimanya tidak miskin lagi.
"Masyarakat beranggapan bahwa bantuan sosial ini diberikan secara gratis dan cuma-cuma sehingga kalau tidak diterima eman-eman. Dan hal ini sudah membudaya di masyarakat, ketika ada bantuan sosial berlomba-lomba untuk mendaftar," kata Agung, Pendamping Sosial PKH Kabupaten Jepara yang sekarang menjabat sebagai Koordinator PKH Kab.Jepara.
Menurutnya, perlu dilakukan pendampingan secara berkala, agar pola pemikiran masyarakat lebih terbuka kaitanya dengan persoalan kemiskinan. Miskin tidak terletak pada apa yang masyarakat punya, tetapi terletak pada hati dan pola pemikirannya. "Tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah, dan sesungguhnya kemiskinan itu bukan terletak pada apa yg orang miliki, akan tetapi terletak pada hati dan pola pikirnya," tegas pria yang hobi trail adventure ini.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2015-2018 sudah berhasil melakukan Graduasi Mandiri (Mundur secara suka rela dari penerima bantuan sosial pemerintah) sebanyak 63 kepala keluarga dari total 295 kepala keluarga yang ia dampingi. Pendamping, lanjut Agung, diharapkan mampu berperan sebagai Agen of change atau agen perubahan, yg bertugas untuk merubah pola pikir masyarakat terkait bantuan sosial agar penerimanya lebih tepat sasaran.
"Memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu proses, usaha dan selalu memberikan motivasi. Bantuan sosial tidak selamanya, dan ada masanya," jelasnya.
Ia berharap, melalui film pendek tersebut, bisa menjadi magnet untuk anggota penerima bantuan yang lain ataupun masyarakat agar berani menolak bantuan jika dirasa tidak miskin lagi. "Jangan patah semangat, kerja ikhlas, selalu bekerja dengan Baik dan jangan pernah berhenti untuk belajar," tambahnya.
Dia pun mengaku sempat tidak percaya saat mendapat undangan langsung dari Kemensos RI datang ke Jakarta untuk menerima penghargaan film pendek yang ia buat. " Sempat kaget dan tidak percaya, dan Alhamdulillah bisa Juara 2 tingkat Nasional," terangnya.
Sumber : https://www.facebook.com/121005097989577/posts/2284624924960906/?sfnsn=mo


